Ketika Kamu Sedang enggak Ada Kerjaan

Sering enggak sih, dalam satu hari itu kita bisa enggak ada kerjaan apapun. Maksudku, waktumu cuman dihabiskan untuk main HP, main game sampai game over dan bikin kesal. Mau chatting sama teman, balasannya pada lama. Duh, gunanya smartphone apa sih kalau begitu?

Kemudian buka Facebook, baca status orang, ah banyak berita hoax. Tutup lalu ganti Twitter, tahunya sepi. Habis itu beralih scrolling Instagram, ternyata gambarnya gitu-gitu aja. Ganti lagi, deh. Kali ini bacain question anon di Ask.fm, atau kepoin jawaban-jawaban user lain, eh, sekarang sudah enggak asik lagi. Ngapain lagi, ya? Main ke Wattpad deh, baca cerita random, ternyata ceritanya enggak ada yang menarik. Tutup lagi beralih ke Youtube nonton daily vlog sampai ketiduran.

Habis ketiduran, bangun karena kelaparan, makan, tanpa ketinggalan mainan HP lagi. Ya itu, melakukan pengulangan seperti yang di atas.

Habisnya, kalau keluar malas. Entah karena cuaca yang enggak mendukung, atau mungkin karena enggak ada teman yang bisa diajak main. Aih, main sendiri apa salahnya? Me time, dong! Kata ilmu Psikologi bagus, kok. Bikin kamu jadi lebih mengenal diri sendiri.

Enggak, ah. Nanti kayak orang hilang, kalau ada yang lihat gimana, dong? Kan malu! Enakan juga di rumah, tutup kunci kamar, nyalain musik, mainan HP, deh. Duh, surga dunia.

Yakin tuh, surga dunia?

Kalau aku sih, kebosanan setengah mati. Sadar enggak sadar, ketika hari libur tiba, aku antara senang dan enggak senang. Mengapa? Ya karena kadang aku seenggak ada kerjaan itu.

Ya main, dong!

Duh, bukan tipe orang yang suka main sana-sini, datang ke tempat ini dan itu lalu jeprat-jepret sampai memori penuh.

Ya ampun, hidupmu kok kedengarannya merana?

Begitu, ya? Enggak juga ah.

Terus ngapain dong?

Ya itu, sebenarnya hampir sama denganmu. Kupakai waktuku untuk mengurung diri di kamar, menyalakan laptop yang memutar lagunya Payung Teduh, Banda Neira, Float, dan lain-lain yang pokoknya bikin pikiran tenang. Aku juga sesekali buka HP.

Eits, tapi enggak. Tentu saja apa yang aku lakukan berbeda dengan yang paling atas itu. Kasihan waktuku, disia-siakan begitu saja.

Dari pada buka Facebook untuk stalking teman-teman SMP, buka Twitter untuk bacain tweet orang berantem, atau buka Instagram untuk stalking gebetan yang dikodein enggak peka-peka apalagi sampai kepoin mantan yang sudah punya gandengan baru, mending kamu melakukan beberapa hal yang bikin kamu produktif.

Memangnya apa yang dilakukan?

Kalau aku sih, kadang aku menulis. Ya seperti sekarang ini.

Apa manfaatnya? Yang ditulis juga enggak penting-penting amat.

Hm, dari apa yang aku baca, secara psikologis menulis dapat membantu mengatur emosi kita. Iya, karena ketika kamu mau menulis, kamu butuh ketenangan. Karena ketika pikiranmu kacau, kamu enggak bisa menulis. Makanya, banyak penulis yang bilang bahwa mereka menulis untuk menyembuhkan luka. Mereka sedang menenangkan diri. Aku pun demikian.

Aku juga suka menggambar. Enggak bagus sebenarnya. Makanya, gambarku abstrak. Tapi, itu dia, enggak beda dengan menulis, menggambar juga dapat mengeluarkan emosimu. Kamu sedang putus asa? Gambarmu akan mencerminkan itu, karena kamu membuang keputus asaanmu itu pada gambar.

Aku juga suka menghitung. Iya, angka kadang mampu membungkam pikiranku yang berisik itu. Dengan angka, aku bisa memfokuskan pikiranku. Angka membuatku kembali berkonsentrasi sampai akhirnya aku mampu menyelesaikan permasalahan yang diberikan.

Kemudian membaca. Aku suka membaca novel. Genre apapun aku baca. Pokoknya, kalau sudah membaca buku, rasanya enggan untuk berpaling ke hal lain. Tahu-tahu, waktumu sudah kamu lahap dengan pengetahuan baru. Iya, menurutku, genre apapun itu, sadar enggak sadar novel tersebut sudah membentuk perspektif baru dalam pikiranmu. Entah itu dari segi kognitif ataupun afektif.

Apa lagi, ya? Ah iya, aku suka desain grafis. Lagi-lagi sama, aku membutuhkan sesuatu yang mengalihkanku dari beberapa pikiran yang runyam. Dan desain grafis ini, membantuku untuk mengatasinya.

Begitu caraku menghabiskan waktu ketika sedang enggak ada kerjaan. Aku beri tahu sesuatu. Semua yang aku lakukan itu sebenarnya memiliki satu tujuan yang sama; membungkam pikiranku yang suka berisik.

Kamu juga bisa memanfaatkan waktumu dengan caramu sendiri; olahraga, bermain catur, bermain rubik, bernyanyi, membuat lagu, memasak, bersih-bersih rumah, menjadi relawan, dan banyak kegiatan lainnya. Yang penting bermanfaat, setidaknya untuk dirimu sendiri. Jangan malah menghabiskan kuota internetmu untuk membaca komentar-komentar di instagram Lambe Turah sampai berjam-jam lamanya, kemudian masih menggosipkannya dengan kawan-kawanmu.

Mmm, oke deh, mungkin enggak apa, tapi jangan keseringan, ya.

Aku juga kadang suka nonton drama Korea atau beberapa Variety Show, kok. Hehe.

Tapi setidaknya, aku mencoba. Ada sebagian dari waktuku yang digunakan untuk sesuatu yang cukup berguna. Coba pikirkan, kalau kamu rajin menulis, menggambar, menulis lagu, memasak, dan lain sebagainya, siapa tahu kamu akan jadi orang yang ahli di bidang tersebut.

Hehe, kalau aku sih belum. Kan masih belajar.

Salam dariku, maaf kalau beberapa kalimatku terkesan menyindir.

3/5,

Dian Aulia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s