Kehancuran

Tiap kali pikiran penuh, kerap kali saya mencari kata-kata yang dapat menampar kesadaran. Sadar untuk berhenti mengeluh, sadar untuk memulai kembali, sadar bahwa apa yang saya lakukan atas pilihan saya sendiri. Beberapa kalimat terkadang berhasil mengembalikan kesadaran saya, beberapa lainnya tidak. Toh seharusnya, mau sekuat apapun kalimat itu memiliki kesesuaian dengan apa yang kita rasa, kembali lagi pada niat awal masing-masing individu apakah ia sungguh-sungguh ingin mendapatkan kesadarannya atau tidak.

Tengah malam ini, saya menjelajah rimba internet dan mendapatkan beberapa larik puisi dari Nikita Gill. Judulnya sederhana, Your Ruins. Kehancuranmu. Dalam puisinya, ia berkata bila tak ada yang pantas menghancurkan dirimu sendiri. Namun, jika kamu sedang menghancurkan dirimu sendiri, buatlah kehancuran itu atas dasar sesuatu yang sungguh luar biasa, buatlah kehancuran itu memang untuk dirimu sendiri. Tak ada yang lebih buruk dari pada menghancurkan dirimu sendiri untuk orang lain yang tak berharga.

Masing-masing dari kita pernah merasakan kehancuran yang berbeda-beda. Pun dengan tolak ukur tiap manusia. Ada yang bagi si A merupakan hal sepele, namun bagi si B itu adalah salah satu dari rentetan kehancuran dalam hidupnya. Entah itu hancur sebab diri sendiri, atau hancur akibat salah seorang yang tak sepantasnya menjadi alasan kehancuran itu terjadi.

Setiap orang memiliki kehancurannya masing-masing. Termasuk saya. Termasuk kamu. Yang membedakan adalah, seberapa bermakna kehancuran itu.

-April, 2018.

DA.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s