Menyoal Al dan Ra

Tulisan ini sudah berusia hampir dua tahun. Ditulis untuk memenuhi 30haribercerita di instagram dan secara tak sengaja aku menemukannya lagi hari ini. Berhubung tulisan ini memiliki kaitan erat dengan tulisanku di sini, tentang Merangkum Peristiwa: Al dan Ra, aku memutuskan untuk turut mempublikasikannya di sini pula. Maaf atas segala keterlambatan.

 


 

25/1/2018

 

Tahun lalu, aku rutin setiap satu bulan sekali menulis di blog. Kutulis dengan nama Mengemas Peristiwa: Al dan Ra.

Tulisan itu berupa surat yang ditulis oleh Ra dan ditujukan pada keponakannya, Al. Ada 10 surat jumlahnya. Sengaja. Meski jika dibilang, tulisan itu belum selesai. Dan tak akan selesai. Karena bagi Ra, begitulah adanya kumpulan surat yang ia tulis untuk Al, terhenti karena memang sudah seharusnya selesai meski tanpa salam penutup. Tanpa pamit.

Aku menulis itu ketika usiaku tepat berusia 19 tahun. Desember kemarin, ketika aku genap 20 tahun, ada pikiran untuk melanjutkan tulisan itu lagi. Tapi, tidak. Ra tidak bisa. Dia memilih untuk mengakhirinya di surat kesepuluh.

Jadi, untuk apa aku menulis itu?

Sempat, seseorang bertanya padaku. “Kenapa bisa kamu bilang kalau cerita itu sudah selesai?”

Aku tidak bisa menjawabnya. Justru pertanyaan itu menjalar ke pertanyaan lain yang kutujukan untuk diri sendiri.

“Kenapa aku menulis Al dan Ra?”

“Kenapa aku menulis cerita semacam itu?”

“Kenapa aku menulis?”

Tak ada jawaban lain selain ini di kepalaku.

Sebab katanya, menulis itu perihal berdamai dengan diri sendiri.

Ra ingin melakukan itu. Pun demikian denganku.

(sempat dipublikasikan di instagram)

 


 

Saat itu, aku bilang aku ingin berdamai dengan diri sendiri ketika menulis Al dan Ra. Benar, hubungan Om dan keponakannya itu sungguh-sungguh membantuku untuk mengatasi beberapa hal yang tak bisa aku tangani dengan caraku sendiri. Tapi, tatkala masalah yang memenuhi isi kepalaku kulemparkan pada isi kepala Ra, kerumitannya berangsur-angsur menjadi sederhana. Dan begitulah, isi sepuluh surat Ra teruntuk Al. Tak sepenuhnya aku tulis di sini. Sedikit banyak hanya kutulis di catatan pribadi, hal yang kupublikasikan di sini hanya sebagian kecilnya. Siapapun mereka yang mengendap dalam isi kepalaku waktu lalu, aku mengucap terima kasih.

Dian Aulia

Dipublikasikan 5/12/2019

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s