Mengemas Peristiwa: Al dan Ra (3)

/3/

Februari, 1

Al, Januari tanpa terasa telah usai. Tahu-tahu sudah tanggal 1 Februari saja. Bagaimana dengan bulan Januarimu, Al? Menyenangkan? Membosankan? Atau bahkan jangan-jangan kamu lupa bahwa Februari kini telah menjemput?

Jika demikian, sama halnya dengan saya, Al. Saya melewatinya dengan kesadaran tak penuh. Tidak disangka kalender yang tak sengaja saya jumpai di warung makan telah dibalik dan menampakkan tulisan Februari besar-besar. Si pemilik toko hanya tertawa-tawa melihat tingkah saya yang nampak keheranan kala itu layaknya orang linglung.

Karena hal tersebut, saya jadi berniat untuk menulis surat ini untukmu, Al. Dalam kepala saya ini timbul pertanyaan, “Mengapa sebagian orang menganggap waktu bergulir cepat dan sebagian orang yang lain tidak menganggapnya demikian?”

Kamu tahu apa jawabannya, Al?

Setelah merenungkannya sembari makan, saya mendapat kesimpulan begini:

Sebab sebagian manusia yang beranggapan bahwa waktu berjalan cepat adalah mereka yang saling salip-menyalip dengan waktu. Contoh mudahnya adalah tengoklah Mamamu sendiri, Al. Yakin 100% saya bahwasanya ia beranggapan bahwa Januari begitu cepat meninggalkannya. Kesibukan telah menenggelamkannya dalam kegiatan-kegiatan yang membutakannya dari waktu. Daripada berkeluh-kesah ini itu tentang waktu yang berlalu, Mama-mu dan sebagian orang lain lebih memfokuskan dirinya pada kegiatan-kegiatan yang dilakukannya. Merekalah yang menghabiskan waktu, bukan waktu yang menghabiskan hidup mereka.

Dan saya sangat bersyukur karena telah mulai menjadi bagian dari kumpulan-kumpulan orang tersebut. Mulai, karena sebelumnya saya pernah—atau bahkan selalu—menjadi bagian dari orang-orang yang mengeluh dan bertanya, “Mengapa waktu berjalan lebih lambat daripada siput?” ketahuilah Al, hal tersebut merupakan hal yang sangat menjemukan. Sebab kita dibuat menunggu oleh waktu. Tahu kan, Al, aktivitas apa yang paling menyebalkan di dunia ini? Jawaban saya adalah menunggu. Karena, pernahkah kamu dibuat senang dengan menunggu, Al? Bilang pada saya jika pernah, Al. Coba tanyai orang-orang yang ada di sekelilingmu, sukakah mereka dibuat menunggu?

Tulisan ini pada akhirnya menawarkan pilihan padamu, Al. Menjadi orang yang beranggapan bahwa waktu adalah sesuatu yang begitu cepat lenyap, atau menganggap bahwa waktu adalah hal yang begitu lambat hingga rasanya kamu ingin sekali melenyapkannya.

Begitulah kiranya, Al.

Salam dari saya, yang telah membunuh Januarinya tanpa sadar.

Ra Abraham Sumitra.